Gara-Gara ‘Brexit’, Operator Telekomunikasi Akui Kelimpungan

JAKARTA – Istilah ‘Brexit’ atau Fenomena kemacetan di pintu keluar tol Brebes Timur (Brebes Exit)pada musim mudik kali ini memang luar biasa. Tidak hanya pemudik yang mengalami kerugian, operator telekomunikasi Indonesia juga turut menjadi korban.

Salah satu operator yang ikut mengalami horor Brexit adalah Indosat Ooredoo. Sebagaimana diutarakan oleh Alexander Rusli, CEO Indosat Ooredoo ,Jumat (15/7/2016).

Menurutnya, persiapan lebaran yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari, menjadi berantakan pada saat macet terjadi di Brexit. “Hampir rata-rata jaringan yang sudah dipersiapkan para operator bubar jalan saat mudik,” kata Alex.

Dalam pandangannya, tidak ada operator yang bisa memperkirakan bahwa akan ada penumpukan kendaraan luar biasa di sebuah jalan tol. “Siapa coba yang mempersiapkan jaringan kuat di jalan tol, yang kita tahu jalan tol berarti jalan bebas hambatan, namun yang terjadi adalah kemacetan luar biasa di pintu tol keluar,” keluhnya.

“Alhasil, di sepanjang jalan tol itu semua konsumen berebut jaringan yang terbatas. Rencana sebelumnya padahal tidak sepeti ini,” lanjutnya.

Seperti diketahui, pada Sabtu dan Minggu, 2-3 Juli 2016 merupakan puncak arus mudik menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jawa Timur. Titik kemacetan parah terjadi di Brexit.